TIKUS

Tikus, sebuah produk alam yang rada kurang bagus nilainya di mata manusia, namun produk alam, sebagaimanapun buruknya di mata manusia, mengandung kebaikannya tersendiri
Tikus, dari binatang yang terpandang hina ini, banyak dari kemajuan ilmiah tak bisa dihasilkan tanpa peranannya (sebagai test subject...haha, peranan yang tak begitu membanggakan?), bahkan dari binatang ini terdapat pula kebijaksanaan yang bisa diekstrak oleh manusia
Tikus, sebagai binatang pengerat, diketahui sangat "rajin" untuk menggigiti sesuatu, atau mungkin bisa dibilang tiada hari tanpa kegiatan menggigit
Namun setiap kali menggigit, gigi sang tikus terkikis, yang karena ke"rajin"an sang tikus, menjadikannya selalu terkikis setiap hari
Tapi uniknya, gigi tikus sepertinya "ajaib", karena mampu tumbuh terus menerus seperti layaknya kuku, yang bila tidak "dipangkas" akan tumbuh sampai panjang dan... merepotkan, tapi untuk tikus, kualitas gigi tersebut sangat mutual dengan sifat rajinnya
Pertanyaannya adalah:
Apakah, sang tikus "rajin karena dikaruniai gigi ajaib", ataukah sang tikus "dikaruniai gigi ajaib karena rajin"?
Terkadang dalam kehidupan sehari-hari kita melihat tikus yang tidak ber-"gigi ajaib", terkadang pula melihat ular ber-"gigi tikus", atau tikus yang giginya nyaris terkikis habis bersebelahan dengan tikus yang giginya sepertinya tidak pernah terkikis
Seperti pedagang yang gak punya modal dan pemodal yang gak bisa dagang, anak berprestasi yang tak bersekolah dan anak sekolah yang kurang berpendidikan, dosen S3 yang gak bisa ngajar, sarjana biologi yang bekerja di perbankan, maling yang menangkap polisi, pimpinan yang disuruh-suruh, talenta terdepan dalam industri terbelakang dsb.
keadaan yang sepertinya aneh, tidak adil, tidak berada pada tempatnya.
mungkin karena manusia tidak se-sederhana tikus, di dalamnya terdapat alam semesta, konstelasi dengan kombinasi posisi, perputaran, dan medan energinya yang beraneka ragam, dengan bintang, planet, dan benda langit lainnya yang masing-masing berlaku sebagai "gigi tikus" dengan kekuatan, properti, dan kualitas yang unik dan berbeda satu sama lain
hal ini menjadikan masing-masing manusia memiliki jatidiri, identitas takdir, kecenderungan pilihan, dan jalan hidup, serta pengalaman yang kompleks dan unik dalam kehidupannya di dalam alam semesta
mungkin diperlukan semacam "kontelasi manusia" agar masing-masing "gigi ajaib" dapat digunakan, diambil manfaatnya, oleh masing-masing "tikus"
namun karena pembahasan mengenai "konstelasi manusia" berkesempatan (walaupun kecil?) untuk membahayakan penulis (yang tidak mau diliput infotainment di depan meja hijau, atau harus minum sianida di dalam pesawat terbang, gara-gara postingan blog yang sebenarnya iseng dan tidak serius...haha), maka pembahasan dipersingkat dan dialihkan pada cerminan dari pertanyaan pertama diatas,
apakah kualitas manusia dikarenakan keberadaan alam semesta, atau alam semesta diberadakan karena kualitas manusia?
apakah manusia diciptakan untuk alam semesta? ataukah sebaliknya, alam semesta diciptakan untuk manusia)?
apakah anak diciptakan untuk orang tua? atau sebaliknya?
apakah laki-laki diciptakan untuk perempuan? atau sebaliknya?
apakah gadis-gadis perawan cantik sexy menyenangkan hati penuh cinta diciptakan untuk ...saya ? atau sebaliknya, saya diciptakan untuk gadis-gadis perawan cantik sexy menyenangkan hati penuh cinta? (dua-duanya lah bang! hahaha!)
tapi yang pasti, tiada tikus yang tak bergigi (kecuali mungkin karena kenakalan seorang scientist), tikus dan giginya selalu bersama (kalimat sok bijak yang terdengar konyol...haha), manusia dan alam semesta selalu bersama, saya dan gadis cantik selalu...
Komentar
Posting Komentar