PSM Menang Tipis Di Kandang
MAKASSAR -- PSM Makassar berhasil memperkecil jarak dengan pemuncak klasemen sementara Indonesia Super League (ISL), Persipura Jayapura. Menjamu wakil Papua lainnya, Persiwa Wamena di Stadion Andi Mattalatta malam tadi, Pasukan Ramang menang dengan skor tipis 2-1.
Donasi tiga angka itu sudah cukup mengantar PSM ke posisi runner up klasemen sementara dengan poin 19. Terpaut tiga angka dari Persipura di puncak dengan poin 22. PSM menggeser Arema Malang yang baru mengantongi poin 18.
"Ini sudah sesuai target. Meraih posisi kedua klasemen sangat prestisius. Lawan bermain bagus, sementara kami dalam kondisi tak lengkap," kata pelatih PSM, Robert Alberts setelah pertandingan.
Robert pantas mengangkat pujian untuk tim tamu. Maklum, Persiwa ternyata tampil baik dan sanggup menahan PSM tanpa gol di babak pertama. Padahal, sejumlah peluang didapatkan Andi Oddang dkk. Ketatnya penjagaan Persiwa membuat serangan PSM selalu patah di kotak penalti.
PSM yang berambisi memetik kemenangan untuk membayar poin yang hilang setelah ditahan imbang 2-2 oleh Pelita Jaya pada pertandingan sebelumnya, tampil lebih agresif di babak kedua.
Robert meminta timnya mengubah gaya bermain. Dari sebelumnya banyak melakukan umpan panjang, kali ini bermain sabar dengan lebih banyak menguasai bola. Strategi itu membuahkan hasil. Permainan
Pasukan Ramang menjadi lebih hidup.
PSM akhirnya unggul ketika heading Oddang pada menit ke-55 tidak bisa dibendung kiper Galih Sudaryono. Oddang berhasil menyudul bola hasil eksekusi tendangan Supriyono.
Galih kembali harus memungut bola dari gawangnya untuk kali kedua setelah Oddang mencetak gol tiga menit kemudian.
Kebobolan dua gol dalam waktu tiga menit membuat Persiwa meningkatkan intensitas serangan. Tim berjungan Badai dari Pegunungan Tengah ini berusaha mengejar ketertinggalannya. Upaya itu membuahkan hasil di menit ke-75 ketika Ferdinand Sinaga menjebol gawang tuan rumah.
Gol itu memacu motivasi pemain Persiwa untuk menyamakan kedudukan. Namun pertahanan solid yang dikembangkan tuan rumah membuat tim besutan Suharno ini mengalami kesulitan. Hingga pertandingan usai, PSM berhasil mempertahankan skor 2-1 guna mengamankan tiga angka.
Sayangnya, pertandingan ini terganggu insiden bentrokan antaraparat di luar stadion. Karena masalah ini pula tim tamu mengeluh sulit berkonsentrasi pada pertandingan. (aci)
Donasi tiga angka itu sudah cukup mengantar PSM ke posisi runner up klasemen sementara dengan poin 19. Terpaut tiga angka dari Persipura di puncak dengan poin 22. PSM menggeser Arema Malang yang baru mengantongi poin 18.
"Ini sudah sesuai target. Meraih posisi kedua klasemen sangat prestisius. Lawan bermain bagus, sementara kami dalam kondisi tak lengkap," kata pelatih PSM, Robert Alberts setelah pertandingan.
Robert pantas mengangkat pujian untuk tim tamu. Maklum, Persiwa ternyata tampil baik dan sanggup menahan PSM tanpa gol di babak pertama. Padahal, sejumlah peluang didapatkan Andi Oddang dkk. Ketatnya penjagaan Persiwa membuat serangan PSM selalu patah di kotak penalti.
PSM yang berambisi memetik kemenangan untuk membayar poin yang hilang setelah ditahan imbang 2-2 oleh Pelita Jaya pada pertandingan sebelumnya, tampil lebih agresif di babak kedua.
Robert meminta timnya mengubah gaya bermain. Dari sebelumnya banyak melakukan umpan panjang, kali ini bermain sabar dengan lebih banyak menguasai bola. Strategi itu membuahkan hasil. Permainan
Pasukan Ramang menjadi lebih hidup.
PSM akhirnya unggul ketika heading Oddang pada menit ke-55 tidak bisa dibendung kiper Galih Sudaryono. Oddang berhasil menyudul bola hasil eksekusi tendangan Supriyono.
Galih kembali harus memungut bola dari gawangnya untuk kali kedua setelah Oddang mencetak gol tiga menit kemudian.
Kebobolan dua gol dalam waktu tiga menit membuat Persiwa meningkatkan intensitas serangan. Tim berjungan Badai dari Pegunungan Tengah ini berusaha mengejar ketertinggalannya. Upaya itu membuahkan hasil di menit ke-75 ketika Ferdinand Sinaga menjebol gawang tuan rumah.
Gol itu memacu motivasi pemain Persiwa untuk menyamakan kedudukan. Namun pertahanan solid yang dikembangkan tuan rumah membuat tim besutan Suharno ini mengalami kesulitan. Hingga pertandingan usai, PSM berhasil mempertahankan skor 2-1 guna mengamankan tiga angka.
Sayangnya, pertandingan ini terganggu insiden bentrokan antaraparat di luar stadion. Karena masalah ini pula tim tamu mengeluh sulit berkonsentrasi pada pertandingan. (aci)
Komentar
Posting Komentar